Banyak istilah penyakit yang beredar di masyarakat yang tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Angin duduk misalnya, merupakan salah satu penyakit yang banyak
membawa kematian, tapi apa sebenarnya angin duduk itu ?
Dalam istilah medis Angin Duduk disebut juga Angina Pektoris , adalah penyakit jantung iskemik didefinisikan sebagai berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam miokardium. Gangguan tersebut bisa karena suplai oksigen yang turun atau kebutuhan oksigen yang meningkat. Sebagai manifestasi keadaan tersebut akan timbul Angina pektoris yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi infark miokard. Angina pektoris dibagi menjadi 3 jenis yaitu Angina klasik (stabil), Angina varian, dan Angina tidak stabil.
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut yang berselang hanya dalam waktu 15 menit sampai 30 menit, dan bisa mengakibatkan kematian. Padahal, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).
Gejalanya muncul keluhan nyeri ditengah dada, ditekan, diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati atau rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.
Jika tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik. Segera ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung. Dan tidak lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom ini banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit. Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi.
Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.
Perbaiki Gaya Hidup
Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Gaya hidup yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya . Hidup dalam kondisi stress, sering tidur larut malam, dan mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat. Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan dapat menyumbat laju aliran darah ke jantung. Dan bagi yang mengaku tak punya cukup waktu berolahraga, menjaga diri dari kemungkinan obesitas juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung.
” Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi ”
Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber.
Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan, ketika marah, otak menjadi panas, napas memburu, jantung pun berdebar, kadang sampai tubuh bergetar, darah bergerak cepat. Dan jika dalam kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah, darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan jika tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang halus itupun pecah dan orang itupun akan koleps atau bisa merengang nyawa.
Kondisi ini juga berlaku ketika bekerja / berolahraga ekstra keras, karena akan memicu jantung berdebar dan darah bergerak lebih cepat. Untuk itu sesuaikan diri dengan pekerjaan / olahraga dan berlatihlah. Yang terakhir adalah kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol juga berdampak negatif pada jantung, terutama bila kebiasaan ini dilakukan sejak usia remaja.
disadur dari > milist himamasta, en.wikipedia, id.wikipedia, angin duduk jangan dipijat, salah kaprah, dokter sehat.
Angin Duduk Tidak Sekedar Duduk
arsip kiriman semebyar pada 25.03.2009 | 12:00 WIBdalam kategori Mind Body Soul.






Pingback: Pertolongan pertama pada angin duduk | Visions of A Iboy