Seekor ubur-ubur yang hidup di perairan Pulau Tasmania, Australia, sangat unik dengan nyala warna-warni pelangi, merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu berderet di bagian bawah tubuhnya. Saking uniknya, seorang pakar ubur-ubur pun langsung meyakini bahwa ubur-ubur itu sebagai spesies baru begitu melihatnya pertama kali.

Warna-warni pelangi terlihat di bagian cilia, yaitu sepasang alat tubuh mirip rambut yang bergerak serempak saat ubur-ubur berenang di perairan. Nyala pelangi tersebut tidak dihasilkan sendiri oleh tubuh ubur-ubur seperti hewan bioluminiscent, tetapi dari pantulan cahaya yang jatuh ke permukaan cilia tersebut.
“Spesies baru ini termasuk kedalam kelompok Ctenophora, kelompok hewan yang aneh dan belum banyak diketahui,” kata Lisa Gershwin yang merupakan kurator ilmu alam di Museum dan Galeri Seni Ratu Victoria di Tasmania. Untuk seekor ubur-ubur, ukuran tubuhnya relatif besar dengan panjang 13 sentimeter.
Meski demikian, tubuh hewan tak bertulang belakang itu sangat rapuh. Sebab, saat terkena jaring untuk diangkat ke permukaan, tubuhnya langsung rusak.
Gershwin menemukannya saat melakukan observasi menggunakan tangki khusus yang memudahkannya mengamati hewan-hewan bawah air. Ini merupakan spesies ubur-ubur ke-159 yang pernah ditemukannya.
disadur dari > oxana.blogdetik.com.
Warna-Warni – Ubur-Ubur Pelangi
arsip kiriman ini dan itu pada 04.04.2009 | 22:15 WIBdalam kategori flora fauna.



