Plastik polikarbonat mengandung senyawa Bisphenol A (BPA). Fakta bahwa BPA dapat terlepas dari botol minuman plastik ke dalam matriks air bukan hanya sekedar permasalahan dari umur botol plastik tersebut. Hal lain yang lebih perlu disoroti adalah faktor temperatur dari cairan yang dimasukkan ke dalam wadah plastik yang digunakan. Scott Belcher, PhD, dan timnya menemukan bahwa ketika botol minuman polikarbonat, baik baru maupun usang, terdedah pada air panas mendidih maka BPA akan terlepas 55 kali lebih banyak dibandingkan bila diisi dengan air biasa.
Dari hasil tes langsung yang berdasarkan dari penggunaan konsumen terhadap produk botol plastik polikarbonat, ditemukan bahwa perbedaan yang signifikan dari eksposur terletak pada rentang suhu penggunaan. Pada dasarnya, botol berumur sembilan tahun pemakaian melepaskan jumlah BPA yang sama dengan botol baru.”
BPA digunakan secara luas di berbagai macam produk seperti botol bekal minuman, pelapis kaleng makanan, pipa air dan penutup tambalan gigi. Dalam beberapa studi BPA telah menunjukkan pengaruh terhadap reproduksi dan perkembangan otak pada hewan.
Belcher dan timnya menganalisis botol polikarbonat usang dari klub memanjat lokal, lalu membeli botol dengan merk yang sama dari sebuah penyedia peralatan outdoor. Dengan perlakuan yang sama, tim peneliti ini menemukan bahwa jumlah BPA yang terlepas ke dalam air dari botol polikarbonat baru dan usang jumlahnya sama. Keduanya memiliki sisi kesamaan baik dari segi konsentrasi maupun laju pelepasan pada matriks air dingin atau suhu normal. Namun, konsentrasi BPA yang tinggi ditemukan ketika pengujian dilakukan menggunakan botol sama namun menggunakan air panas mendidih dan terdedah pada waktu yang relatif singkat.
Belcher menekankan bahwa tingkat BPA yang berbahaya terhaap manusia belum diketahui. Ia meminta para konsumen untuk memikirkan efek lingkungan kumulatif yang mungkin terjadi pada kesehatan mereka bila ini dialami pada mereka.
“BPA hanyalah salah satu dari sekian banyak senyawa kimia yang menyerupai estrogen dan manusia terpapar terhadapnya, sedangkan para ilmuwan masih menyelidiki bagaimana efek pengganggu endokrin ini terhadap kesehatan manusia,” ujarnya. “Namun telah bermunculan bukti-bukti saintifik yang mendukung fakta bahwa resiko dari pemaparan ini adalah kesehatan anda.”
disadur dari > ancaman-plastik-dan-air-panas.
ancaman, plastik, air, panas, BPA
Plastik Memang Bukan Pasangan Air Panas
arsip kiriman semebyar pada 28.04.2009 | 11:53 WIBdalam kategori Mind Body Soul, Pengetahuan.







28 April 2009 | 19:38 WIB
Wah..nice inpo neh..
untung dah ga punya adek bayi lagi….
12 May 2009 | 6:28 WIB
dilema juga , ama plastik
manfaat tidak nya .
kalo susu , selalu dong .